Anak Ayam Diganti Roti Ayam

Seorang perempuan Kristen mempunyai 2 ekor anak ayam. Anak ayam itu sering mencari makan di halaman rumah tetangganya yang cepat naik darah. Suatu hari tetangganya menangkap kedua anak ayam itu dan mencekik lehernya sehingga mati. Lalu anak ayam itu dilemparkannya kembali melalui pagar. Tentu saja perempuan itu berduka tetapi dia tidak menjadi marah dan mencaci maki tetangganya. Sebaliknya ia mengambil anak ayam itu, mencabuti bulunya dan memasaknya menjadi roti ayam. Kemudian mengirimkan roti ayam tsb ke rumah tetangganya yg telah membunuh anak ayam itu. Perempuan itu meminta maaf karena tidak berhati-hati menjaga anak ayamnya.

Tetangganya tidak bisa berkata apa-apa. Roti ayam dan permintaan maaf itu membuatnya malu. Sebenarnya bukan maksud perempuan itu untuk membuat dia malu tetapi motivasinya membalas kejahatan dgn kebajikan adalah untuk memperlihatkan kasih Kristen yang nyata kepada tetangganya.

Ingat :
Membalas kasih dengan kebencian adalah kejahatan.
Membalas kasih dengan kasih adalah manusiawi.
Membalas kebencian dengan kasih adalah ilahi.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? ( Matius 5:46)

REUNI ANGKATAN 2000 SMP KANISIUS BUDI MURNI WELERI

Hari ini Sabtu 4 November 2017 Poro Kadang SMPK BMW angkatan 2000 mengadakan reuni. Reuni ini dilaksanakan di Kantin SMPK yang baru. Acara diselenggarakan dengan meriah, dan berjalan sukses berkat dukungan dari Poro Kadang sedulur angkatan 2000. Karena acara seperti ini sungguh berkesan, maka alumni yang berada di luar kota bahkan luar pulau pun rela meluangkan waktu sejenak untuk bertemu kembali dengan kawan-kawan lama, kawan seperjuangan menuntut ilmu di almamater tercinta ini.



                Acara dikemas santai, ceria, dan penuh kesan. Dari sekedar berdendang, main game dan makan-makan. Semua terasa begitu lekat dan SMPK Budi Murni Weleri, BMW banget... SMPK bingits. Bapak/Ibu guru yang dulu mengajar juga berkenan hadir. Beliau Bpk Jumadi, Bpk Bagyo Supriyanto, Bpk Mulyanto, Bpk Winarso, Bpk Tabiin, Ibu Weniati, Ibu Heri Kustika, Mam Bekti dan guru yang lain yang baru seperti Bu Dyah Kurniawati dan Petrus Suranta. Semua tampak gembira, bercanda ala SMPK yang sungguh dapat menjadi obat rindu setelah sekian lama tidak berjumpa.


                Walaupun acara ini penuh rasa sukacita, akan tetapi Poro Kadang Angkatan 2000 ini tidak lupa mendoakan para guru yang sudah dipanggil Tuhan seperti Bpk Kuwat, Bpk Harno, Bpk Karman. Inilah yang sungguh sangat menyentuh, ada nilai-nilai Kanisius yang tetap menyala di hati Poro Kadang BMW Angkatan 2000 ini. Dari pantauan suranta.com semua khidmat mendoakan beliau.




                Sambutan-sambutan dari para guru, memperlihatkan bahwa Almamater sangat berkesan dan bangga melihat kebersamaan yang terus terjalin. Ada harapan agar antara alumni dengan Almamater terus solid dan maju bersama. Karena dukungan Almamater sungguh potensial dalam ikut sumbang sih memajukan eksistensi sekolah. Semoga acara seperti ini akan diikuti oleh angkatan yang lain, yang terus rindu dengan Almamater tercinta. Salam SMPK! SMPK yes... Budi Murni Jos...!

Kualitas Kehidupan

Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi.

Setelah masing-masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, “Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu.

Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.

“Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki.

Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus dan pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yang sangat keliru. Kualitas hidup kita ditentukan oleh “Apa yang ada di dalam” bukan “Apa yang kelihatan dari luar”.

Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagian di dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.

“Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.”

“Selamat menikmati secangkir kopi…kehidupan”

Biarlah Yang Miskin Berkata, Aku Ini Kaya!

Teman-temanku yang berbahagia, pada kesempatan ini coretanku ini tentang kehidupan orang kaya yang mungkin sering kita pandang bahwa mereka selalu di posisi atas. Apakah demikian? Simak dan resapi ya?

Pada suatu hari, ayah dari sebuah keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke tempat-tempat wisata, antara lain pada suatu daerah yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian (mirip daerah asal saya hehehehe...) dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang di daerah itu miskin atau serba kekurangan.
Keluarga itu menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.
Karena sudah saatnya pulang, mereka pun kembali ke kota lagi. Biasa diperjalanan, mereka mengobrol banyak hal termasuk pengalaman waktu di tanah pertanian tersebut. Sang ayah bertanya kepada anaknya, "Bagaimana perjalanan tadi nak?"
"Sungguh luar biasa, Pa," jawab si anak.
"Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang ayah.
"Iya, Pa," jawabnya.
"Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi.
Si anak menjawab, "Saya melihat kenyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Hebat ya? Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka. Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka." Ternyata keluarga tadi sangat kaya ya Pa?

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, "Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."

Teman-teman, terkadang yang terjadi, kita terlalu sering melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Padahal kekurangan yang dimiliki seseorang dapat merupakan anugerah bagi orang lain. Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Salam Dasyat...

PUCUK MERAH KEBANGGAANKU

Suatu kali dikala itu...(kelingan yen ngarang jaman cilik), ada sebuah tumbuhan kecil yang tercecer dan tidak dipedulikan. Karena merasa rendah diri, tumbuhan itu menganggap dirinya tidak penting. Hingga suatu hari, anginpun bertiup kencang, datang dan membuat tumbuhan kecil itu terhempas terbang – dia tidak tahu akan dibawa kemana – lalu tiba-tiba ia jatuh tanpa ampun ke sebuah tanah terbuka dan terpanggang di bawah sinar matahari dekat pohon mangganya pak Markus Darwis.

Tumbuhan kecil itu merasa bingung, mengapa ia harus mengalami semuanya itu? Tetapi yang ia butuhkan bukanlah sebuah jawaban, tetapi air hujan sebagai gantinya terik matahari; kadang gerimis dan kadang hujan deras.

Sementara waktu terus berlalu dan tahun berganti, ia melihat seorang pengelana duduk manggut-manggut di dekatnya, “Terima kasih Tuhan untuk ini. Saya sangat membutuhkan istirahat.”

“Apa yang kamu bicarakan?” tumbuhan itu bertanya. Pikirnya sang pengelana sedang mengolok-olok dirinya. Tumbuhan itu memang melihat beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak ada yang berbicara seperti itu.

“Siapa itu?” orang tersebut terkejut.

“Ini aku, Tumbuhan Kecil..Pucuk Merah”

“Tumbuhan Kecil, Si Pucuk Merah depan SMPK Budi Murni Weleri?” Pria itu melihat pohon raksasa. “Apa kamu bercanda? Kamu bukan Tumbuhan Kecil. Kamu pohon hebat. Sebuah pohon hebat dan rimbun!”

“Benarkah?”

“Ya! Kamu pikir kenapa semua orang itu datang ke sini?”

”Untuk apa mereka datang kesini?”

”Untuk berasakan keindahan dan keteduhanmu! Jangan beritahu saya bahwa kamu tidak tahu telah mengalami pertumbuhan bersama berjalannya waktu.”

Sesaat hening ketika pengelana itu selesai mengucapkan kalimat tersebut, dan membuat Tumbuhan Kecil itu sadar siapa dirinya sekarang.

Tumbuhan Kecil itu sekarang telah menjadi sebuah pohon yang hebat. Sambil berpikir, ia tersenyum untuk pertama kalinya. Tahun-tahun melelahkan berada dalam penyiksaan matahari dan hujan akhirnya masuk akal baginya.

“Oh! Itu artinya aku bukan Tumbuhan Kecil lagi! Aku tidak ditakdirkan untuk mati tanpa dikenali siapapun tetapi sebenarnya aku lahir untuk memberi keteduhan bagi orang-orang yang lelah. Wow! Sekarang hidupku seharga ribuan permata!” ucap Tumbunah yang telah menjadi sebuah pohon hebat  itu.

Tahukah Guys, kehidupan manusia serupa dengan jalan hidup Tumbuhan Kecil ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berharga, dan setiap kesukaran yang dialaminya dimasa lalu adalah sebuah proses untuk membuat mereka kuat dan bertumbuh menjadi pribadi yang besar yang dapat memberkati kehidupan banyak orang.

Orang benar akan bertunas seperti pohon, akan tumbuh subur. Mereka yang ditanam akan bertunas. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.

FAREWELL PARTY 2017 SMP KANISIUS BUDI MURNI WELERI

Acara “Farewell Party 2017” sungguh luar biasa. Ide, proses persiapan acara, perlengkapan dan pelaksanaan, semuanya murni dari siswa-siswi SMP Kanisius Budi Murni Weleri yang lulus 100%. Semua rangkaian acara berjalan dengan baik. Saya melihat begitu semangatnya anak-anak kelas IX mempersiapkan semua acara itu. Dari ide dan gagasan yang sudah dituangkan benar-benar menunjukkan bahwa kalia memang “jempol”, aduhai (seperti kata Bp. Bagyo Supriyanto). Menurut Wali Kelas kalian (Dra. MLT Weniati dan Th. E. Bekti Handayani, S.Pd) kalian sudah berani bermimpi, merencanakan mimpi itu menjadi kenyataan, sudah berproses secara mandiri mempersiapkan detail demi detail acara. Ini sudah menunjukkan bahwa kalian adalah generasi yang cerdas dan berani berkarya. Karya anak Kanisius yang hebat. Terimakasih untuk kalian semua.


“Graduation is a quite happy and proud time. However, the hard work must not be the end. You have to continue to learn and to work even harder than before for getting a better future”.

Kelulusan merupakan saat yang sangat membahagiakan dan membanggakan. Namun, kerja keras tidak boleh berakhir. Kamu harus terus belajar dan bahkan bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Ini adalah nasehat dari bapak/ibu guru buat kalian. Sekolah sudah membekali kalian dengan banyak hal. Disamping kemampuan akademik, sekolah juga membekali kalian dengan nilai-nilai Kanisius yang (mungkin) tidak didapatkan di tempat lain. Walaupun ada, pastilah berbeda kedalaman maknanya. Ada  5 nilai-nilai Kanisius yang harus terus kalian bawa sebagai bekal dalam mengubah dunia ini. Kasih, Cerdas, Berani, Jujur dan Disiplin. Bara api lima hal itu sudah ada dihati kalian. Kobarkanlah!
Balon kemenangan di lepas, melambung tinggi ke angkasa.
Dari obrolan saya dengan anak-anak, ternyata itu mempunyai filosofi “biarkanlah kami bercita-cita setinggi langit, dan bebas menggapai cita-cita itu tanpa ada yang menghalanginya”. Dalam hatiku..wah hebat sekali kalian... gumun aku...(sambil manggut-manggut) Saya sangat salut. Mengapa? Karena proses melambungkan balon itu menarik. Dari ide kemudian mencari tahu ilmunya, bereksperimen membuat gas hidrogen, sampai detik balon itu terbang. Luar biasa. Wis pasti kalian akan bangga sampai ubun-ubun mempunyai tim yang kompak, tak kenal menyerah, bekerja sama, rela berkorban, dsb. Kelak pasti kalian akan rindu untuk berkumpul lagi, mengenang keberhasilan saat ini dan bercerita tentang kesuksesan kalian di masa depan. Bravo untuk kalian lulusan SMPK 2017!




“Dasyatnya Sumur Tua BMW”

Guys...apa kabar? Semoga Tuhan selalu memberi kenikmatan kepada kita semua. Tema kali ini tentang sumur tua BMW. Mungkin banyak yang belum tahu dengan sumur BMW. Sumur itu sudah berumur puluhan tahun, seumuran dengan SMPK. Kalau alumni BMW pasti sudah tahu, mereka biasa menyebut dengan nama Sumur BMW (red. BMW = Budi Murni Weleri). Sumur ini diyakini sangat luar biasa. Orang yang meminum air dari sumur ini akan hilang hausnya dan barang siapa yang mencuci muka dengan air ini akan menjadi sumringah (red. ora ngantukan), bersinar dan berseri. Ini pernah dibuktikan oleh saya sendiri... waktu itu sedang sinkronisasi persiapan Simulasi UNBK, dimana selama 26 jam sinkron tidak berhasil. Di temani Mas Greg Ardhiputra dan Bpk Johanes Brian Martana kami terus berjuang pantang menyerah mencari solusi. Badan terasa pegal, mata sayu karena kurang tidur. Teringat ada sumur BMW, hatiku mak greg...dan kemudian tanpa basa-basi mencoba raup....dan hore mukaku berseri lagi.... Penasaran, Mas Greg Ardhiputra pun mencobanya, dan terbukti. Cerita-cerita dengan yang lain ternyata anak-anak juga sering raup dengan air itu rupanya. Mungkin ini salah satu hal yang membuat warga sekolah dan alumni selalu kelihatan sumringah, berseri, cantik-cantik dan ganteng. Ndak percaya? Silahkan coba...
Apakah itu saja yang menjadikan Sumur BMW Dasyat? Bukan guys...
Sumur Tua BMW merupakan sumber air yang bersih, sehat dan siapapun dapat memanfaatkanya. Air sumur ini sering dimanfaatkan oleh para penjual kuliner yang ada di depan sekolah. Pihak sekolah mempersilahkan mereka untuk mengambil air tersebut secara gratis. Sekolah berpandangan bahwa dalam hidup bermasyarakat, sudah selayaknya kita harus mau berbagi kasih. Walaupun hanya air, akan tetapi berbagi kasih itu merupakan sudah dapat menjadi contoh teladan yang baik yang diberikan kepada peserta didik. SMPK Budi Murni memperjuangkan nilai “kasih” dan salah satu contoh adalah mempersilahkan para penjual mengambil air Sumur BMW, disamping kegiatan sosial yang lain.
Kita sering berbicara kasih dan menempelkan atribut kasih di tempat-tempat tertentu, tetapi pada kenyataannya... kasih itu hanyalah ucapan dan slogan saja. Padahal Kasih itu sama artinya membuka diri terhadap perhatian dan kepedulian yang mendalam, membuka ketertutupan nurani dan mencelikkan mata untuk melihat, merasakan, berbagi dan mengulurkan tangan untuk menolong. Tuhan ingin kita menjadi pengharapan dan saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan.

“Koperasi Kejujuran - Manajemen Sekolah Berbasis Kejujuran”

Hellow guys... apa kabar? coretan kali ini tentang apa ya? Hehehe...
“Koperasi Kejujuran - Manajemen Sekolah Berbasis Kejujuran”
Masih jujurkah siswa-siswi kita? Bisakah kejujuran dibudayakan di sekolah? Bagaimana caranya? Tulisan ini adalah sebuah potret SMPK Budi Murni Weleri yang menyediakan sebuah koperasi kecil untuk memenuhi kebutuhan siswa. Koperasi itu disebut “Koperasi Kejujuran”. Koperasi ini dikelola oleh Ibu Th. E. Bekti Handayani, S.Pd. Beliau merupakan guru yang mengajar Bhs Inggris. Walaupun demikian disela-sela kesibukannya sebagai guru, mengelola Koperasi Kejujuran. Seperti halnya sebuah koperasi sekolah, di koperasi ini disediakan berbagai macam kebutuhan siswa, di antaranya: buku tulis, pensil, penghapus, dan lain-lainnya.
Mengapa koperasi ini menarik untuk saya ulas, tak lain karena koperasi ini telah menjadi sarana pembelajaran karakter jujur pada peserta didik. Tidak ada petugas yang setiap waktu menjaga koperasi dan melayani pembeli. Siswa sudah terbiasa membeli dengan mengambil sendiri, membayar sendiri, serta mengambil sendiri sisa pembeliannya. Sederhana memang. Akan tetapi dibalik itu sungguh tersembunyi nilai-nilai yang luar biasa.

Nilai-nilai itu antara lain:
1. Sekolah ini sudah berupaya untuk menjadikan kejujuran sebagai prioritas budaya di sekolah. Upaya tersebut dirangkai dalam sebuah program sekolah yang diberi sebutan Manajemen Sekolah Berbasis Kejujuran. Manajemen yang dimaksud adalah proses, dalam arti serangkaian kegiatan yang diupayakan sekolah bagi kepentingan sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah : Menciptakan generasi anti korupsi (pribadi yang jujur).
2. Sekolah memperhatikan perkembangan iman peserta didik melalui Kejujuran. Jujur merupakan kata yang apabila diucapkan terasa mudah tetapi sulit untuk diaplikasikan. Kenapa sulit diaplikasikan? padahal kita tahu bahwa jujur adalah kunci dari segala permasalahan yang ada di dunia ini. Jawabnya adalah karena kejujuran adalah bahasa hati, kejujuran adalah bahasa iman, dan kejujuran adalah obat yang pahit bagi manusia. Hati itu tidak pernah bohong, dia selalu berbicara tentang kebenaran. Dengan melatih peserta didik menjadi pribadi yang jujur, itu artinya peserta didik mendapat pendampingan secara iman.
3. Siswa dilatih untuk mempraktekan nilai-nilai benar, baik dan berguna.Kebaikan, kejujuran adalah apa yang dikatakan adalah sesuatu yang baik. Kegunaan: kejujuran adalah apa yang ingin beritahukan adalah berguna. Jadi pengertian kejujuran atau makna kejujuran yang menyeluruh adalah jika apa yang anda beritahukan adalah hal yang benar, baik, dan berguna.
4. Kejujuran adalah kunci kesuksesan. Kejujuran itu ibaratnya sebagai pintu masuk pergaulan dalam bisnis. Jika kejujuran itu hilang, berarti pintu masuk pergaulan dalam bisnisnya rusak. Dan untuk memperbaikinya sangatlah susah.
5. Melihat hal-hal tersebut, dapat saya simpulkan bahwa manajemen sekolah berbasis kejujuran yang telah dipraktekan di sekolah ini sungguh baik. Dan membuktikan bahwa SMP Kanisius Budi Murni Weleri telah konsisten menjadi sekolah yang menanamkan nilai-nilai kejujuran melalui serangkaian kegiatan yang diupayakan sekolah dengan mendayagunakan semua komponen, baik komponen manusia maupun sarana prasarananya. Pembelajaran yang bermutu, iklim, suasana, dan dinamika sekolah berperanan sangat penting dalam peningkatan mutu pendidikan sesuai visi dan misinya. Salut untuk SMPK Budi Murni yang konsisten membentuk pribadi-pribadi yang jujur.

SMP Kanisius Budi Murni Masuk 10 Sekolah Berintegritas di Kab. Kendal

SMP Kanisius Budi Murni Masuk 10 Sekolah Berintegritas di Kab. Kendal
(IIUN=Indeks Integritas Ujian Nasional)
Para peserta didik adalah calon-calon pemimpin bangsa, generasi yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa. Untuk membangun bangsa ini, bukan hanya dibutuhkan manusia-manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas dan integritas yang tinggi.
Nilai-nilai integritas yang dimaksud adalah Kejujuran, Kedisiplinan, Tanggung Jawab, Budaya malu, Sikap Ksatria, Berani Menanggung Resiko, dan sebagainya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, sekolah terlebih dahulu memberikan contoh sebagai lembaga yang memiliki integritas. Semua warga sekolah, mulai dari Kepala Sekolah, guru, staf TU, penjaga sekolah harus bisa menjadi pribadi yang integritas.
Dan berikut ini link untuk mengetahui sejauh mana sekolah mempunyai Nilai Indeks Integritas berdasarkan nilai Ujian Nasional. Klik saja di http://puspendik.kemdikbud.go.id/hasil-un/

Biarlah Tuhan Yang Mengemudikan Hidup Kita

Kita tidak pernah mempertanyakan ke mana sopir bus kota yang kita tumpangi akan membawa busnya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita ?

Seorang ayah mengajak puterinya, Asa, 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah, "Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.

"Tahu, jangan kuatir ..., " jawab Ayah sembari tersenyum.

"Emang Ayah tahu jalan-jalannya ?"

"Tahu, jangan kuatir ..."

"Benar, tidak kesasar Ayah ?"

"Benar, jangan kuatir ...," jawab Ayah tetap dengan sabar.

"Nanti kalau Asa haus, bagaimana ?"

"Tenang, nanti Ayah beli air mineral ..."

"Terus kalau lapar?"

"Tenang, Ayah ajak mampir Asa ke restoran ..."

"Emang ayah tahu tempat restorannya ?"

"Tahu, sayang ..."

"Emang ayah bawa cukup uang ?"

"Cukup, sayang ..."

"Kalau Asa pengin ke kamar kecil ?"

"Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ..."

"Emang di musium ada toiletnya ?"

" Ada , jangan kuatir ..."

"Ayah bawa tissue juga ?"

"Bawa, jangan kuatir ...," kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.

"Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini ?"

"Ayah cari jalan yang lebih cepat ... supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti ..."

Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung,
"Kenapa Asa diam, sayang?"

"Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Asa nanti!"

Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua.

Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya.

Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.

source: http://www.klinikrohani.com/2008/01/biarlah-tuhan-yang-mengemudikan-hidup.html

Menerima Kelemahan Dapat Memperkuat Gambaran Diri

Sha

Kelemahan diri adalah musuh diri kita sendiri yang kadang tampil dan kadang bersembunyi. Banyak orang menutupi kelemahan diri dengan cara masing-masing, ada yang tetap tampil tersenyum, ada yang mengalihkan perhatian, ada yang mencari sumber kelemahan orang lain, yang jelas dan pasti adalah manusia ingin tampil sempurna seseuai dengan status dan kodratnya.

Jika kita telah mampu mengendalikan kelemahan kita sebaiknya itu dipertahankan. Kelemahan dapat menjadi suatu sumber kekuatan dan imajinasi untuk menggali kreatifitas dan ide cemerlang. Akan tetapi kita harus berhenti mencela diri sendiri, maka kita akan lebih memperhatikan faktor-faktor positif dalam kepribadian kita. Kita akan mencari hal-hal dalam diri agar kita dapat menyukai diri kita. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga sifat optimis dan selalu introspeksi diri serta positif thinking.

Tips dibawah ini sedikit akan membantu kita dalam hal memperkuat gambaran diri : 

  1.  Pelajari keterbatasan kita. Kita semua (anda, saya, teman) pernah mengalami putus asa, baik secara fisik maupun mental. Setiap pribadi mengalaminya secara berlainan. Ada yang bertahan dibawah segala bentuk tekanan, tetapi ada pula yang roboh dibawah tekanan yang lain. Berhentilah mencela dan mencaci diri sendiri, dan lebih baik kembali pada kebiasaan mengakui keterbatasan kita. 
  2.  Hormati keterbatasan kita. Sekali kita sadar pada rasa putus asa, gunakan langkah ini untuk membantu diri kita sendiri. Jangan memaksa diri kita melampaui batas-batas kemampuan, hanya untuk membuktikan kepada orang lain bahwa kita pemberani !! . Ini membutuhkan keberanian untuk membuat suatu keputusan atas diri kita sendiri. 
  3. Ketangguhan. Pria seharusnya tidak merasa harus menjadi pahlawan super yang jantan … kebanyakan karakter dari tipe ini adalah kreasi khayal. Kadang-kadang masalah akan bertumpuk, dan dalam keputusan kita merasa akan menangis. Pria tidak seharusnya menangis. Bebaskan diri kita sendiri dari keyakinan seperti ini!! … maka menangislah bila perlu. Buang sesal, ambil langkah.
  4. Kesempurnaan. Wanita mempunyai atribut lain yang lebih berharga daripada gambaran fisik yang dapat dilihat di cermin. Bergerak dengan bebas dari suatu pemikiran kerdil yang meninggalkan luka-luka pada gambaran diri kita. Kita tidak dapat memendam luka-luka ini karena berakibat buruk pada akitivitas dalam mengimajinasikan gambaran diri.
  5. Selalu bersikap sungguh-sungguh terhadap diri sendiri. Tidak ada satupun diantara kita menyukai teman yang tersenyum ketika kita kaya, namun menghilang ketika kita miskin. Anda, saya, atau teman mungkin juga pernah mengalami hal ini, disaat kita berhasil setengah langkah .. naik derajat … bagaikan semut menyerbu gula, disaat kita bangkrut atau tertimpa masalah setengah besar .. turun derajat … bagaikan singa meninggalkan tulang belulang bangkainya. Jika kita hanya mengagumi kekuatan sendiri dan membenci kelemahan, berarti kita tidak bersikap tulus. Karena semua diberikan dengan 2 hal yaitu kekuatan dan kelemahan, maka tuluslah menerimanya. Gambaran diri kita tidak akan pernah kokoh, kita tidak akan pernah bahagia. Terimalah diri sendiri ketika berada di titik terendah (dilihat sebelah mata/diremehkan bahkan dicaci atau diolok), maka kita akan mempunyai suatu dasar untuk tumbuh dan bahkan bisa lebih kuat karena penerimaan gambaran diri begitu terikat dengan diri kita sendiri. Maka Lupakan kegagalan hari kemarin, hanya catat saja guna ambil hikmahnya, perbaiki sebaik mungkin dan lupakan ketakutan menghadapi hari esok. Pikirkan hari ini dan capai sesuatu yang berharga. Jadilah kita orang yang lebih kuat… ibarat besi .. semakin sering ditempa, semakin kuat dan tajam .

Terima kasih atas kunjungannya, dan semoga bermanfaat buat kita semua.

Referens : d-ekatnadi blog

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN SAWI DAN KACANG HIJAU

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN SAWI DAN KACANG HIJAU



Oleh:
Yohanes Martono, S.Pd




SMP KANISIUS BUDI MURNI WELERI
KABUPATEN KENDAL
2015


KATA PENGANTAR

Puji syukur  kami ucapkan kehadhirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan keluasan waktu dan kesehatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan karya ilmiah ini. Jenis karya ilmiah ini adalah pengamatan dengan menggunakan metode penelitian.
Melalui karya ilmiah ini diharapkan para pembaca dapat memahami tentang pengaruh faktor eksternal pada pertumbuhan tanaman yang pada gilirannya dapat diimplementasikan  dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Selain itu manfaat  yang dapat dirasakan  adalah meningkatnya kompetensi bagi petani dan pembaca sekalian.
Semoga karya ilmiah ini dapat menjadikan frame of think (kerangka pikir) dalam mengambil suatu putusan pembelajaran dibidang pertanian, pisau pemilah dalam pemecahan masalah, dan bahkan sebagai bagian hidup yang integrative,
Kami mohon masukan, kritik dan saran perbaikan bagi kami dengan harapan demi kelengkapan dan penyempurnaan  karya ilmiah ini.
.
Weleri, 17 Desember 2015

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sawi (Brassica chinensis L) merupakan salah satu jenis sayur yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Konsumennya mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Di Indonesia sendiri banyak sekali jenis masakan atau penganan yang menggunakan daun sawi, baik sebagai bahan pokok maupun sebagai bahan pelengkapnya.
Kacang hijau (Vigna radiata) adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat kecambah atau toge. Selain itu, kacang hijau juga memiliki bunga kacang hijau yang berbentuk kupu-kupu dan berwrna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunga tersebut akan membentuk polongan yang berisi 10-15 biji kacang hijau.
Dalam pertumbuhan tanaman sawi dan kacang hijau, memerlukan media dan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya. Sehubungan dengan adanya sawi dan kacang hijau yang dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh cahaya, pada penelitian ini akan membahas mengenai perlakuan yang akan ditimbulkan dari pemberian intensitas cahaya yang berbeda. Untuk mengetahui secara detail, maka perlu diketahui bahwa cahaya merupakan energi yang berbentuk gelombang dan membantu kita untuk melihat. Tumbuhan hijau termasuk sawi dan kacang hijau, memerlukan cahaya tidak hanya untuk membuat makanan, tetapi juga untuk pertumbuhan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Salah satu sumber cahaya di bumi ini adalah matahari.
Sesuai pengan penjelasan diatas maka penulis akan membuat sebuah laporan pengamatan mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan khususnya dalam dunia tumbuhan yaitu tumbuhan sawi dan kacang hijau.

Rumusan masalah

Periode pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan terjadi sepanjang hidupnya seperti halnya makhluk hidup lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu faktor dari lingkungan dan faktor dari dalam tubuh organisme.

Dalam laporan percobaan kali ini penulis akan membahas mengenai faktor-faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yang dalam hal ini adalah sawi dan kacang hijau.

Tujuan Penelitian.
 Tujuan dari percobaan ini adalah membuktikan bahwa factor eksternal dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi dan kacang hijau.

Manfaat Penelitian.
Manfaat dari penelitian ini antara lain dapat mengetahui efek dari faktor eksternal pada tumbuhan kacang hijau.



BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

Landasan Teori
Ada 2 teori yang menjadi landasan dalam praktikum, yakni :
1.   Pengertian pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
a.      Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
b.     Tahap pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam vakuola.
c.      Tahap pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.

2.    Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
        Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup :
a.       Faktor eksternal/lingkungan.
faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa factor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut:
·         Air dan mineral        
·         Kelembaban.
·         Suhu
·         Cahaya
b.      Faktor internal.
faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Dimana dalam hal ini ada beberapa hormone yang dapat mengontrol proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.yaitu:
·         Hormon Auksin      : merangsang pertumbuhan bunga.
·         Hormon Giberelin   : merangsang pertumbuhan batang.
·         Hormon Sitokinin    : memperpanjang akar.
·         Hormon Afserat      : menghambat perpanjangan sel.

Hipotesis

         Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir yang diuraikan di atas, maka hipotesis yang dapat kami susun adalah sebagai berikut : Tanaman sawi dan biji kacang hijau dapat tumbuh dengan baik dan optimal apabila disimpan di tempat yang cukup cahaya dan pada ruangan dengan suhu memadai.


BAB III
METODE PENELITIAN

Metode penelitian dilakukan dengan cara eksperimen, antara lain

Alat dan Bahan
a.       Biji Kacang Hijau
b.      Bibit Sawi Putih dan Hijau
c.       Air.
d.      Tanah.
e.       Kapas
f.       Gelas air mineral 4 buah (wadah penanaman)
g.      Penggaris

Langkah Kerja Penelitian
a.      Isilah wadah gelas air mineral dengan tanah yang gembur/ kapas basah.
b.     Tanamkan biji kacang hijau dan bibit sawi ke masing masing wadah yang telah berisi tanah/kapas basah.
c.      Kemudian simpanlah tanaman tersebut disuatu tempat yang sama tapi dengan jarak yang berbeda.
d.     Siramlah dengan air tanaman biji kacang hijau dan sawi tersebut.
e.      Pertimbangkan bahwa diantara tanaman tersebut ada beberapa yang terkena sinar matahari dan ada yang tidak terkena sinar matahari
f.      Amati pertumbuhannya dari hari kehari hingga beberapa hari kedepan sesuai watu yang telah ditentukan.

g.     Hari terakhir pengamatan, ukurlah tinggi batang, lalu masukkan hasil pengamatan tersebut kedalam tabel pengamatan.


BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Hasil pengamaatan pertumbuhan batang dari keempat tanaman mulai perhitungan dari hari pertama hingga hari kelima.
Tanaman Sawi Hijau
Tanaman Sawi Putih
Tanaman Kacang hijau 1
Tanaman Kacang hijau 2
Tanaman Kacang hijau 3
Hari 1
-
-
-
-
-
Hari 2
±0.2
±0.2
-
-
-
Hari 3
±0.5
±0.6
±3
±2
-
Hari 4
±0.9
±1
±11
±8
-
Hari 5
±1.5
±3
±21
±15
±5

            Table hasil pengamatan jumlah tinggi batang tanaman 1-5 dihari terakhir penelitian.
Tanaman Sawi Hijau
Tanaman Sawi Putih
Tanaman Kecambah 1
Tanaman Kecambah 2
Tanaman Kecambah 3
Tinggi Batang
±1.5
±4
±23
±19

            Tabel hasil pengamatan tanaman Sawi Hijau dan Sawi Putih tanpa proses rendaman:
Tanaman
Hari 1
Hari 2
Hari 3
Sawi Hijau 1
-
-
±3.5
Sawi Hijau 2
-
-
±2
Sawi Hijau 3
-
-
-
Sawi Hijau 4
-
-
±4
Sawi Hijau 5
-
-
-
Sawi Hijau 6
-
-
-
Sawi Hijau 7
-
-
±3.5
Sawi Hijau 8
-
-
±1
Sawi Putih 1
-
-
±4
Sawi Putih 2
-
-
±3.5
Sawi Putih 3
-
-
±2
Sawi Putih 4
-
-
±0.2


Keterangan:
Waktu penanaman masing-masing tanaman berbeda, dan pengukuran pada tanaman dilakukan pada waktu yang berbeda pula.

Gambar Hasil Pengamatan








Pembahasan
Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan pertumbuhan tumbuhan tersebut anatara lain yaitu :
1.         Faktor Cahaya :
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, pada proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi dimana kacang hijau tumbuh lebih panjang namun tidak subur pertumbuhannya.

2.         Faktor Suhu :
Suhu yang cukup (suhu ruangan) dapat mengoptimalkan kerja hormon-hormon tumbuhan karena kerja enzim/hormon (faktor internal) tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Semakin panas atau dingin suhu ruangan maka hormon tumbuhan 마무 semakin tidak bekerja.

3.         Faktor Air dan Nutrisi :
Air sangat diperlukan oleh tumbuhan sebagai media terjadinya reaksi kimia, dan tanaman hijau yang kekurangan air lambat laun akan layu. Rupanya dalam percobaan, detergen tidak hanya memberi air sebagai media reaksi kimia namun juga memberi nutrisi karena mengandung Asam Nitrat dan Natrium Trifosfat yang juga ada dalam kandungan pupuk untuk menyuburkan tanaman.
  


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan

Dalam pertumbuhannya, tanaman selain memerlukan faktor-faktor internal untuk tumbuh juga membutuhkan faktor eksternal berupa kecukupan suhu, air, cahaya dan tentunya nutrisi (hal ini telah dibuktikan pada percobaan detergen, dimana tanaman akan lebih subur bila diberi detergen yang selain mengandung air, juga mengandung zat makronutrien) . Bila ada ketidakseimbangan dalam salah satu faktor tersebut, tanaman tidak akan mencapai pertumbuhan yang optimal.


Saran
1.     Sebelum penanaman, terlebih dahulu dilakukan perendaman untuk memecah dormansi biji itu sendiri pada kacang hijau. Jadi sebaiknya perendaman lebih dimaksimalkan agar dapat berhasil memecahkan dormansi biji yang akan ditanam. Sehingga kesalahan pengamatan lebih dapat diminimalkan.
2.     Memilih biji kacang yang masih segar sehingga dapat memaksimalkan hasil penelitian.
3.     Kodisi kapas dan air harus steril




DAFTAR PUSTAKA


Saktionon. 2006. Seribu Pena Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Erlangga. Jakarta

http://www.scribd.com/doc/27807069/PENDAHULUAN-1-1-Latar-Belakang-Sayuran-Merupakan-Komoditi

http://www.scribd.com/doc/47066084/MAKALAH-BIOLOGI-2

http://brewoktea.blogspot.com/2012/08/pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan.html