PUCUK MERAH KEBANGGAANKU

Suatu kali dikala itu...(kelingan yen ngarang jaman cilik), ada sebuah tumbuhan kecil yang tercecer dan tidak dipedulikan. Karena merasa rendah diri, tumbuhan itu menganggap dirinya tidak penting. Hingga suatu hari, anginpun bertiup kencang, datang dan membuat tumbuhan kecil itu terhempas terbang – dia tidak tahu akan dibawa kemana – lalu tiba-tiba ia jatuh tanpa ampun ke sebuah tanah terbuka dan terpanggang di bawah sinar matahari dekat pohon mangganya pak Markus Darwis.

Tumbuhan kecil itu merasa bingung, mengapa ia harus mengalami semuanya itu? Tetapi yang ia butuhkan bukanlah sebuah jawaban, tetapi air hujan sebagai gantinya terik matahari; kadang gerimis dan kadang hujan deras.

Sementara waktu terus berlalu dan tahun berganti, ia melihat seorang pengelana duduk manggut-manggut di dekatnya, “Terima kasih Tuhan untuk ini. Saya sangat membutuhkan istirahat.”

“Apa yang kamu bicarakan?” tumbuhan itu bertanya. Pikirnya sang pengelana sedang mengolok-olok dirinya. Tumbuhan itu memang melihat beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak ada yang berbicara seperti itu.

“Siapa itu?” orang tersebut terkejut.

“Ini aku, Tumbuhan Kecil..Pucuk Merah”

“Tumbuhan Kecil, Si Pucuk Merah depan SMPK Budi Murni Weleri?” Pria itu melihat pohon raksasa. “Apa kamu bercanda? Kamu bukan Tumbuhan Kecil. Kamu pohon hebat. Sebuah pohon hebat dan rimbun!”

“Benarkah?”

“Ya! Kamu pikir kenapa semua orang itu datang ke sini?”

”Untuk apa mereka datang kesini?”

”Untuk berasakan keindahan dan keteduhanmu! Jangan beritahu saya bahwa kamu tidak tahu telah mengalami pertumbuhan bersama berjalannya waktu.”

Sesaat hening ketika pengelana itu selesai mengucapkan kalimat tersebut, dan membuat Tumbuhan Kecil itu sadar siapa dirinya sekarang.

Tumbuhan Kecil itu sekarang telah menjadi sebuah pohon yang hebat. Sambil berpikir, ia tersenyum untuk pertama kalinya. Tahun-tahun melelahkan berada dalam penyiksaan matahari dan hujan akhirnya masuk akal baginya.

“Oh! Itu artinya aku bukan Tumbuhan Kecil lagi! Aku tidak ditakdirkan untuk mati tanpa dikenali siapapun tetapi sebenarnya aku lahir untuk memberi keteduhan bagi orang-orang yang lelah. Wow! Sekarang hidupku seharga ribuan permata!” ucap Tumbunah yang telah menjadi sebuah pohon hebat  itu.

Tahukah Guys, kehidupan manusia serupa dengan jalan hidup Tumbuhan Kecil ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berharga, dan setiap kesukaran yang dialaminya dimasa lalu adalah sebuah proses untuk membuat mereka kuat dan bertumbuh menjadi pribadi yang besar yang dapat memberkati kehidupan banyak orang.

Orang benar akan bertunas seperti pohon, akan tumbuh subur. Mereka yang ditanam akan bertunas. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.