GGL Induksi
Pada
topik ini kalian akan belajar tentang gaya gerak listrik (GGL)
induksi. Tahukah kalian bagaimana dinamo dapat menyalakan lampu
sepeda? Jawabannya akan kalian temukan pada topik ini.
Jika
sepeda dikayuh, maka dinamo pada sepeda tersebut akan berputar.
Putaran dinamo tersebut dapat menjadi sumber energi untuk menyalakan
lampu sepeda. Peristiwa tersebut bekerja berdasarkan prinsip GGL
induksi. Dinamo berisi kumparan (lilitan kawat) dan magnet. Ketika
sepeda dikayuh, dinamo berputar sehingga magnet dalam dinamo juga
berputar. Magnet yang berputar menyebabkan jumlah garis gaya magnet
pada ujung-ujung kumparan berubah. Perubahan jumlah garis gaya magnet
ini yang menyebabkan terjadinya arus listrik. Perhatikan ilustrasi
berikut ini.

Ketika
magnet didekatkan dengan kumparan, maka jumlah garis gaya yang masuk
kumparan akan semakin banyak dan berlaku sebaliknya. Ketika magnet
dijauhkan dari kumparan, maka jumlah garis gaya yang masuk ke
kumparan akan semakin sedikit. Perubahan jumlah garis gaya itulah
yang menyebabkan terjadinya penyimpangan jarum galvanometer (alat
pendeteksi dan pengukur arus listrik). Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa penyebab timbulnya GGL induksi adalah perubahan
garis gaya magnet yang dilingkupi oleh
kumparan.
Menurut Faraday, besar GGL induksi pada kedua ujung kumparan sebanding dengan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi kumparan. Artinya, makin cepat terjadinya perubahan fluks magnetik, makin besar GGL induksi yang timbul. Sebelum mempelajari GGL induksi lebih dalam, alangkah baiknya jika kita belajar tentang fluks magnetik terlebih dahulu.
Menurut Faraday, besar GGL induksi pada kedua ujung kumparan sebanding dengan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi kumparan. Artinya, makin cepat terjadinya perubahan fluks magnetik, makin besar GGL induksi yang timbul. Sebelum mempelajari GGL induksi lebih dalam, alangkah baiknya jika kita belajar tentang fluks magnetik terlebih dahulu.