▬ Fluks Magnetik ▬
Fluks magnetik adalah banyaknya garis gaya magnet yang menembus suatu bidang. Secara matematis, fluks magnetik dinyatakan sebagai berikut.
Keterangan:
Ф = fluks magnetik (Wb);B = medan magnet (T);A =luas penampang (m2); danα = sudut antara B dan garis normal.
Ф = fluks magnetik (Wb);B = medan magnet (T);A =luas penampang (m2); danα = sudut antara B dan garis normal.
▬ Induksi Elektromagnetik ▬
Induksi elektromagnetik adalah peristiwa timbulnya arus listrik karena pengaruh medan magnet (GGL induksi). Besarnya GGL induksi sebanding dengan laju perubahan fluks magnetik dan dinyatakan dalam persamaan berikut.

Keterangan:
ε = ggl induksi (V);
ΔФ = perubahan fluks magnet (Wb);N = jumlah lilitan;B = medan magnet (T);A = luas penampang (m2); dan
Δt = selang waktu (s).
ε = ggl induksi (V);
ΔФ = perubahan fluks magnet (Wb);N = jumlah lilitan;B = medan magnet (T);A = luas penampang (m2); dan
Δt = selang waktu (s).
Berdasarkan persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa GGL induksi dipengaruhi 3 faktor.
1. Kecepatan gerakan magnet atau kecepatan perubahan jumlah garis-garis gaya magnet (fluks magnetik), GGL makin besar ketika gerakan magnet dipercepat 2. Jumlah lilitan, semakin banyak jumlah lilitan maka arus yang mengalir akan besar juga 3. Medan magnet, semakin besar ukuran magnet (medan magnet akan besar juga) maka semakin besar arus yang dihasilkan.
Arah arus induksi yang melawan arah medan magnet diberi tanda negatif. Aturan arah arus induksi ini dikenal dengan aturan Lentz. Pernyataan Lentz adalah arus induksi sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan medan magnet yang yang arahnya melawan perubahan yang menimbulkannya.
▬ Induksi Diri ▬
GGL induksi merupakan peristiwa timbulnya arus listrik dari medan magnet, sedangkan GGL induksi diri merupakan peristiwa munculnya medan magnet dari arus listrik, kemudian medan magnet tersebut kembali menghasilkan arus listrik. Ketika dalam kumparan mengalir arus listrik, maka akan timbul medan magnet, sehingga fluks magnetik di dalam kumparan juga berubah. Perubahan fluks magnetik ini menghasilkan GGL induksi diri, yang besarnya dapat dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
Ԑi = GGL induksi diri (V);L =induktansi induktor (H);
∆i = perubahan arus listrik (A); dan
∆t = selang waktu (s).
Ԑi = GGL induksi diri (V);L =induktansi induktor (H);
∆i = perubahan arus listrik (A); dan
∆t = selang waktu (s).
▬ Induktansi Induktor ▬
Dalam menghitung GGL induksi diri, diperlukan besaran induktansi induktor (L). Besar Induktansi sebuah induktor dapat dihitung dengan rumus berikut.
Keterangan:
L = Induktansi induktor (H);μ0 = permeabilitas ruang hampa (4π x 10-7 H/m = 1,257 x 10-6 H/m);N = Jumlah lilitan;A = Luas penampang kumparan (m2); danl = Panjang kumparan (m).
L = Induktansi induktor (H);μ0 = permeabilitas ruang hampa (4π x 10-7 H/m = 1,257 x 10-6 H/m);N = Jumlah lilitan;A = Luas penampang kumparan (m2); danl = Panjang kumparan (m).
▬ Energi Potensial Kumparan ▬
Energi di dalam sebuah kumparan dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
W =energi (J);L =Induktansi induktor (H); danI = Kuat Arus Listrik (A).
W =energi (J);L =Induktansi induktor (H); danI = Kuat Arus Listrik (A).